KataKita - 1230563893701660

KataKita
KataKita 17K Views
  • 1.1K
  • 279
  • 301
Download MP4 SD 1.69MB
  • QR code for mobile device to download SD video

Penistaan Copot Celana

"Jangan lah kita coba saling lapor karena ini bisa mengantarkan pada konflik horizontal. Mestinya Kepolisian menjembatani," kata Rizieq Shihab di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (17/1/2017).

"Bahkan kalau ada laporan-laporan mestinya Kepolisian mencoba untuk memediasi apalagi kalau masalahnya sensitif," tambah dia.

Pernyataan di atas adalah yang saya kutip dari salah satu media online pada Selasa (17/1/2017).

Pertanyaannya: Mengapa kalimat itu terlontar dari seorang yang katanya imam besar yang perilaku dan ucapannya dianggap selalu benar oleh pengikutnya? Ini karena RS merasa ada badai besar yang menghantam ke arahnya. Badai itu akibat akumulasi dari blunder dan semua kesalahanya selama ini.

Selain itu, dukungan oleh 7 jt umat yang percaya bahwa bumi itu datar, Equil itu memabukkan dan Monas bisa tampung jutaan umat manusia juga membuat RS jadi Jumawa. Makanya setiap aksi selalu hashtagnya "spirit 212" dan karena sikap jumawa itu membuat dia terperosok kedalam banyak masalah.

Akibat perbuatannya, banyak pihak yang mulai melaporkannya ke polisi. Orang baik yang selama ini diam pun mulai sadar bahwa diam bukan emas lagi, karena diam saat melihat kebatilan sama aja membenarkannya. Kebatilan harus dilawan, bukan didiamkan.

Kepanikan dan ketakutan RS pun mulai terlihat, saat beberapa kali dia mendatangi gedung DPR RI untuk mintak pertolongan. Maklum saja, di sana banyak gerombolan kawannya yang tersamarkan sebagai wakil rakyat, padahal aslinya penghianat rakyat.

Video emak-emak yang sedang viral juga ngomel, menantang agar RS mencopot celananya dan laporkan sebagai penistaan copot celana. Meang semua ini berawal dari Ahok. Karena Ahok kita ditunjukkan sifat asli RS yang kata kapolda Metro paling 'baik akhlaqnya dan paling pintar se-Indonesia.'

Pidato Ahok di Kepulauan Seribu diplintir sedemikian rupa dan kemudian dilaporkan beramai-ramai oleh manusia yang percaya bumi datar. Lucunya giliran menjadi saksi di pengadilan, mereka justru menghindar. Sidang ke enam Ahok pun hanya dihadiri satu saksi dari empat saksi yang dijadwalkan.

Harusnya waktu menjadi saksi adalah hal yang sangat penting. Bukan malah menghindar. Bahkan ada yang hingga dua kali tak hadir sebagai saksi di persidangan. Saksi-saksi sebelumnya juga banyak yang palsu dan dipaksakan, seharusnya dari sini kita tahu, bahwa kasus Ahok ini banyak muatan politis.

Mengapa hal ini sulit dipahami?

Karena sesungguhnya mereka masih terbelenggu oleh agama yang dijadikan kamuflase oleh sekelompok penghianat berjubah dan bertameng agama.

"Agama tanpa ilmu adalah buta, Ilmu tanpa agama adalah lumpuh", ~ Albert Einstein ~

#SayNoToTerrorism
#SayNoToRacism
#SayNoToRadicalism

https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=700580793435360&substory_index=0&id=622275061265934

Posted 2 years ago in OTHER